MAGELANG — Kawasan Marga Utama Candi Borobudur menjadi saksi harmoni seni, spiritualitas, dan kepedulian sosial dalam gelaran Borobudur Moon edisi ketiga yang digelar pada Rabu malam (31/12/2025).
Acara ini mengusung misi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera, sekaligus menghadirkan perayaan tahun baru yang edukatif dan ramah lingkungan.
Acara yang terbuka untuk umum dan tanpa tiket masuk ini berhasil menyedot ribuan pengunjung dari Magelang dan sekitarnya. Salah satu sorotan utama adalah Fashion Show Ecoprint yang menampilkan karya dari empat desainer ternama di bawah naungan Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Kedu Raya: Ita Sarifah (Corak Alam), Hesti Nugraheni (H&T), Indah Puji Hartatik (Dhipa Hendycraft), dan Novi Mitayani (Arumita Ecoprint).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua AEPI Kedu Raya, Ita Sarifah, menegaskan bahwa keterlibatan mereka bukan sekadar unjuk karya, melainkan juga aksi nyata.
“Total keuntungan sebesar 50 persen dari penjualan produk di Borobudur Moon akan langsung kami transfer ke rekening Baznas untuk donasi bencana di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.
Koleksi yang ditampilkan mengangkat tema “Relief Candi Borobudur”, menggambarkan perjalanan budaya menuju spiritualitas tertinggi. Motif-motifnya dirancang mencerminkan cahaya bulan purnama, dengan dominasi warna biru dan putih sebagai simbol kesucian.
Ketua Penyelenggara Borobudur Moon, Hani Sutrisno, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Magelang, PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan Museum Cagar Budaya Unit Borobudur atas dukungan mereka.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Pemkab Magelang
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















