MAGELANG, DiengPost.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berencana mengintegrasikan sejumlah destinasi unggulan menjadi satu kawasan terpadu. Beliau menyebut konsep ini sebagai strategi aglomerasi wisata Jawa Tengah untuk masa depan.
Kawasan yang masuk dalam target rencana tersebut meliputi Borobudur, Kopeng, dan Rawa Pening. Ahmad Luthfi menyampaikan gagasan ini saat meninjau langsung Candi Borobudur pada hari Minggu pekan lalu.
Dalam kunjungannya, beliau melihat secara detail proses perawatan dan pemeliharaan struktur bangunan candi. Petugas memberikan penjelasan mendalam mengenai relief serta konsep pengembangan kawasan yang sedang berjalan saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berkomitmen mengembangkan aglomerasi wisata Jawa Tengah secara serius,” ujar Ahmad Luthfi. Beliau menekankan bahwa integrasi antar daerah sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar lokasi wisata.
Borobudur akan menjadi titik pusat atau jangkar utama dalam sistem aglomerasi wisata Jawa Tengah tersebut. Selanjutnya, destinasi di sekitarnya akan saling mendukung untuk menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam.
Pusat Studi Budaya dan Ekonomi Rakyat
Pemerintah memandang Candi Borobudur bukan sekadar objek sejarah melainkan denyut nadi ekonomi rakyat yang kuat. Statusnya sebagai warisan dunia UNESCO mewajibkan semua pihak untuk terus melestarikan warisan budaya tersebut.
Selain pariwisata, kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat studi sejarah dan lokasi ibadah umat Buddha. Berbagai acara besar seperti perayaan Waisak rutin mendatangkan ribuan orang dari mancanegara setiap tahunnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















