Setibanya di kawasan candi, para biksu langsung menjalani prosesi pradaksina. Ritual itu dilakukan dengan berjalan mengelilingi Candi Borobudur sebagai bentuk penghormatan dan bagian dari tradisi keagamaan umat Buddha.
Dalam prosesi tersebut, para biksu memanjatkan doa-doa khusus untuk keselamatan bangsa dan perdamaian dunia. Momen itu juga menarik perhatian wisatawan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan candi.
“Mereka berjalan 30 sampai 40 kilometer per hari. Banyak yang lecet di kaki karena panas dan hujan, tapi mereka tetap melanjutkan perjalanan sampai hari terakhir ini,” kata Tosin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan para biksu di Borobudur menjadi simbol kuat perjalanan spiritual dan pesan perdamaian lintas negara. Semangat jalan damai yang mereka bawa terus dijaga hingga tiba di pelataran candi terbesar di dunia itu.
Indonesia Walk for Peace sendiri menjadi agenda tahunan yang selalu menyedot perhatian masyarakat. Selain membawa pesan toleransi, kegiatan ini juga memperlihatkan semangat persaudaraan antarumat beragama.
Momentum kedatangan para biksu di Borobudur diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan dan kedamaian. Terlebih menjelang puncak perayaan Waisak yang akan dihadiri ribuan umat Buddha dari berbagai daerah dan negara.
Penulis : Hamdan
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















