KOTA MAGELANG — Pemerintah Kota Magelang terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan peran RSUD Tidar sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Kedu Raya.
Dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja RSUD Tidar yang digelar di Aula Adipura Kencana, Kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Selasa (30/12/2025), Wali Kota Damar Prasetyono menekankan pentingnya proyeksi pengembangan rumah sakit yang lebih matang untuk tahun 2026.
Damar menggarisbawahi pentingnya rasa handarbeni atau rasa memiliki dari seluruh tenaga medis, terutama dokter dan tenaga kesehatan yang menjadikan RSUD Tidar sebagai tempat pengabdian utama. Menurutnya, rasa memiliki akan melahirkan tanggung jawab untuk bekerja secara profesional dan amanah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus ada rasa memiliki yang kuat, sehingga muncul tanggung jawab untuk bekerja lebih profesional dan amanah. Tahun 2026 kita harus sudah tahu arah dan proyeksi kinerjanya seperti apa,” tegas Damar.
Ia juga mengingatkan bahwa RSUD Tidar memiliki sejarah panjang sebagai rumah sakit rujukan masyarakat se-Kedu Raya. Bahkan, Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Tidar selama 12 tahun. Damar menilai, kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama ini harus terus dijaga melalui peningkatan mutu layanan dan kompetensi tenaga medis.
“Tidak gampang mempertahankan kepercayaan masyarakat, hingga RSUD Tidar didatangi pasien dari seluruh Kedu Raya. Dulu bangunannya masih peninggalan Belanda, sekarang fasilitas dan peralatannya sudah jauh lebih modern dan canggih,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas dokter, baik spesialis maupun subspesialis, menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan kompleksitas penyakit yang terus berkembang. RSUD Tidar, sebagai rumah sakit milik Pemkot Magelang, harus terus memberikan pelayanan prima dan tidak boleh terlena dengan pencapaian yang ada.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Prokopim Kota Magelang
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















