“Tagline Membangun Bersama Melayani Sepenuh Hati harus diterapkan sungguh-sungguh. Membangun bukan hanya gedung, tetapi juga membangun SDM dan kesadaran kesehatan masyarakat, karena rumah sakit adalah layanan utama bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Direktur RSUD Tidar, dr. Junaedi Wibawa, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi tersebut diikuti oleh 80 dokter, terdiri dari dokter umum, spesialis, dan subspesialis. Ia menjelaskan bahwa RSUD Tidar saat ini berstatus sebagai rumah sakit kelas B dengan jumlah dokter yang memadai. Fokus pengembangan ke depan akan diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga medis.
“Ke depan, klasifikasi rumah sakit akan berbasis kompetensi. Karena itu, kami mendorong dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan subspesialis, serta dokter umum untuk mengambil pendidikan spesialis,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi pelayanan, dr. Junaedi menyebutkan bahwa kinerja RSUD Tidar berjalan baik, dengan pelayanan yang lancar dan minim keluhan serius dari masyarakat. Ia juga melaporkan bahwa target keuangan tahun 2025 berhasil tercapai sebesar 105 persen, dengan realisasi pendapatan mencapai Rp260 miliar dari target Rp257 miliar.
Saat ini RSUD Tidar memiliki sekitar 360 tempat tidur dan didukung oleh 1.017 tenaga kerja. Rumah sakit ini terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Magelang dan wilayah sekitarnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Prokopim Kota Magelang
Halaman : 1 2











