KOTA MAGELANG, DiengPost.com – Ribuan rumah tangga di wilayah perkoatab ini tercatat mengalami persoalan keterbatasan akses tempat tinggal. Sebanyak 3.010 rumah tangga tercatat mengalami masalah backlog hunian Kota Magelang berdasarkan data perumahan tahun 2025.
Selain itu, terdapat 1.437 unit rumah yang tergolong dalam kategori tidak layak. Data ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah setempat.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah meluncurkan Program Unggulan Hunian Nyaman. Pemkot meluncurkan program daerah ini untuk periode 2025 hingga 2030.
Pemerintah menyiapkan tiga strategi intervensi yang disesuaikan kebutuhan warga. Skema tersebut mencakup sewa, peningkatan kualitas, hingga bantuan rumah baru.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan penjelasannya terkait kebijakan program tersebut. Menurutnya, penanganan masalah tempat tinggal memerlukan pendekatan yang berbeda-beda.
“Bagi warga yang belum memiliki rumah, kebutuhannya berbeda dengan warga yang sudah memiliki rumah tetapi kondisinya tidak layak. Karena itu, pemerintah hadir dengan solusi yang tepat sasaran,” kata Damar.
Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu turut memperkuat pernyataan tersebut. Ia menegaskan pentingnya akurasi pemetaan sebelum program bantuan disalurkan.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







