BPK Temukan Kelemahan Penanganan TBC, Pemkab Magelang Siap Tindak Lanjut

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG, DiengPost.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memperkuat strategi penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui perencanaan yang matang, pendataan yang akurat, serta integrasi lintas sektor yang lebih solid.

Dorongan ini disampaikan dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan TBC Tahun Anggaran 2024 dan 2025 (hingga Triwulan I) yang digelar di Gedung BPK RI Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga:  Wali Kota Magelang Dorong RSUD Tidar Siapkan Proyeksi Pengembangan 2026

Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat sejumlah kelemahan yang berpotensi menghambat efektivitas penanganan TBC di Kabupaten Magelang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganan TBC memerlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari perencanaan, pendataan kasus, hingga pelaksanaan program yang terkoordinasi dengan baik,” tegas Ahmad.

Ia menambahkan, pemeriksaan ini merupakan bentuk dukungan BPK terhadap program nasional eliminasi TBC. Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah sampel untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah telah menjalankan upaya penanggulangan secara sistematis dan sesuai regulasi.

Baca Juga:  Penanaman 650 Bibit Pohon Jadi Awal Pemulihan Ekosistem Gunung Merapi

BPK merekomendasikan agar Pemkab Magelang menyusun dan memperkuat dokumen perencanaan, termasuk standar operasional prosedur (SOP), serta meningkatkan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan TBC.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, menyatakan bahwa rekomendasi BPK akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola program kesehatan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Prokopim Magelang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel magelang.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dapat ‘Lamaran Agung’ dari 23 PCNU Jateng
Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 Rayakan Satu Dekade, Siapkan 12.500 Pelari dan Apresiasi Khusus
Kebakaran Pabrik Cengkeh 555 di Magelang, Ruang Mesin Diesel Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Diduga Sopir Mengantuk, Kecelakaan Tunggal Truk Terjadi di Mertoyudan Magelang
Kurang Jaga Jarak, Dua Motor Tabrakan di Jalur Semarang-Magelang
Diduga Debt Collector, Upaya Perampasan Mobil di Magelang Digagalkan
Polsek Mertoyudan Evakuasi ODGJ ke RSJ Soerojo Magelang
Saling Tantang di Instagram, Tawuran Geng Magelang Berujung Pembacokan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:48 WIB

Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dapat ‘Lamaran Agung’ dari 23 PCNU Jateng

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:41 WIB

Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 Rayakan Satu Dekade, Siapkan 12.500 Pelari dan Apresiasi Khusus

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:39 WIB

Kebakaran Pabrik Cengkeh 555 di Magelang, Ruang Mesin Diesel Terbakar Diduga Akibat Korsleting

Senin, 6 Juli 2026 - 07:19 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Kecelakaan Tunggal Truk Terjadi di Mertoyudan Magelang

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07 WIB

Kurang Jaga Jarak, Dua Motor Tabrakan di Jalur Semarang-Magelang

Berita Terbaru