MAGELANG, DiengPost.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memperkuat strategi penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui perencanaan yang matang, pendataan yang akurat, serta integrasi lintas sektor yang lebih solid.
Dorongan ini disampaikan dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Efektivitas Upaya Penuntasan TBC Tahun Anggaran 2024 dan 2025 (hingga Triwulan I) yang digelar di Gedung BPK RI Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Selasa (20/1/2026).
Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat sejumlah kelemahan yang berpotensi menghambat efektivitas penanganan TBC di Kabupaten Magelang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penanganan TBC memerlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari perencanaan, pendataan kasus, hingga pelaksanaan program yang terkoordinasi dengan baik,” tegas Ahmad.
Ia menambahkan, pemeriksaan ini merupakan bentuk dukungan BPK terhadap program nasional eliminasi TBC. Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah sampel untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah telah menjalankan upaya penanggulangan secara sistematis dan sesuai regulasi.
BPK merekomendasikan agar Pemkab Magelang menyusun dan memperkuat dokumen perencanaan, termasuk standar operasional prosedur (SOP), serta meningkatkan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan TBC.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, menyatakan bahwa rekomendasi BPK akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola program kesehatan.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Prokopim Magelang
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















