UGM : Pohon Randu Alas Tuksongo Magelang Rusak Parah, Perlu Penanganan Segera

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

i

Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

MAGELANG, DiengPost.com — Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, dinyatakan dalam kondisi risiko ekstrem dan memerlukan penanganan segera. Hal ini terungkap dalam hasil kajian ilmiah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim Evaluasi Kesehatan dan Risiko Pohon UGM menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen bagian kayu pohon telah rusak parah dan mati. Kerusakan terjadi mulai dari akar, banir, batang, hingga tajuk, yang kini didominasi cabang dan ranting mati serta rapuh.

Baca Juga:  Temu Kangen Purna Bakti Praja Magelang, Napak Tilas di Pendopo Soepardi

“Pohon Randu Alas memiliki potensi bahaya sangat tinggi terhadap keselamatan manusia, bangunan, dan kendaraan di sekitarnya,” tulis tim kajian yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam matriks penilaian risiko, pohon ini masuk kategori ekstrem, dengan kemungkinan kegagalan struktur yang tinggi dalam waktu dekat. Kerusakan diperparah oleh serangan penggerek batang Batocera hector, yang memicu masuknya patogen dan mempercepat kematian jaringan kayu.

Tim UGM merekomendasikan tiga opsi penanganan:

  • Opsi pertama: Penebangan total hingga ke permukaan tanah, dinilai paling aman namun memerlukan biaya besar.
  • Opsi kedua: Pemotongan bertahap hingga cabang besar bagian bawah, dengan risiko residual rendah.
  • Opsi ketiga: Menjadikan pohon sebagai monumen atau fosil pohon, mempertahankan nilai historis dan potensi wisata, meski membutuhkan perencanaan teknis lanjutan.
Baca Juga:  Bulan Dana PMI Kota Magelang 2025 Lampaui Target, Tembus Rp1 Miliar

Selain itu, tim juga memberikan panduan pengelolaan kayu hasil penebangan agar tetap bernilai guna dan aman, mulai dari pengeringan, pengawetan, hingga penyimpanan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Prokopim Magelang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel magelang.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Magelang Gelar Aksi Bergizi di SMPN 11, Dorong Gizi Seimbang Sejak Dini
Pemkot Magelang Gandeng Rotary Club, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Berdampak
Angin Kencang di Gunung Tidar, Lima Peziarah Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia
Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Kodim Magelang, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
Majalah Suara Gemilang Pemkab Magelang Jadi Rujukan Pengembangan Media Publikasi Kendal
Temu Kangen Purna Bakti Praja Magelang, Napak Tilas di Pendopo Soepardi
BPK Temukan Kelemahan Penanganan TBC, Pemkab Magelang Siap Tindak Lanjut
Bedah Rumah di Magelang, Agus Romadhon Kini Miliki Hunian Layak dan Warung Kecil

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 17:17 WIB

Pemkot Magelang Gelar Aksi Bergizi di SMPN 11, Dorong Gizi Seimbang Sejak Dini

Senin, 26 Januari 2026 - 13:12 WIB

Pemkot Magelang Gandeng Rotary Club, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Berdampak

Senin, 26 Januari 2026 - 08:39 WIB

Angin Kencang di Gunung Tidar, Lima Peziarah Tertimpa Pohon, Satu Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:14 WIB

UGM : Pohon Randu Alas Tuksongo Magelang Rusak Parah, Perlu Penanganan Segera

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:07 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kunjungi Kodim Magelang, Perkuat Sinergi TNI dan Pemda

Berita Terbaru