Metode pembelajaran dilakukan secara intensif melalui ceramah, diskusi kelas, serta diskusi kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di lingkungan Akademi Militer guna membentuk kedisiplinan sekaligus memperdalam pemahaman peserta.
“Melalui proses pendidikan ini, mereka akan diberikan pemahaman, wawasan, dan pengetahuan tentang tujuan nasional kita, wawasan kebangsaan, serta situasi geopolitik global agar memiliki perspektif yang lebih holistik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya penyamaan perspektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan pemerintahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan terdapat tiga perspektif utama yang harus diselaraskan dalam forum tersebut. Pertama, cara pandang terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak hingga ke tingkat lokal.
Kedua, pemahaman terhadap program prioritas pemerintah yang dinilai masih perlu dipercepat implementasinya di berbagai daerah.
“Ada tiga perspektif atau cara pandang yang di sini oleh Pak Gubernur Lemhannas dan kami berusaha untuk disamakan frekuensinya. Yang pertama adalah cara pandang kita semua melihat fenomena geopolitik, karena dampaknya bukan hanya nasional tapi juga lokal,” ujar Bima Arya.
Ketiga, lanjutnya, adalah perspektif dalam mengelola pemerintahan secara efektif melalui pendekatan statecraft. Konsep ini, menurutnya, menjadi landasan penting bagi pimpinan daerah untuk bekerja lebih adaptif, terampil, dan mampu memperkuat sinergi antara pusat dan daerah.
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















