“Pemerintah hadir bersama masyarakat untuk memulihkan hutan dan memperkuat ekosistem yang rusak akibat aktivitas manusia maupun bencana alam,” kata Raja Juli Antoni.
Program pemulihan ekosistem di kawasan TNGM kali ini menargetkan penanaman sebanyak 33 ribu bibit pohon pada lahan seluas 50 hektare hingga Februari 2026. Adapun penanaman tahap pertama dilakukan di lahan satu hektare dengan 650 bibit pohon berbagai jenis.
Selain penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan pelepasan elang Jawa dan ratusan burung ke alam liar. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan keseimbangan keanekaragaman hayati di kawasan bekas tambang pasir Kecamatan Dukun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng
Halaman : 1 2











