Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah penanganan sekitar satu setengah jam. Kebakaran menghanguskan ruang mesin diesel seluas kurang lebih 40 meter persegi. Meski demikian, bangunan utama pabrik berhasil diselamatkan sehingga api tidak merembet ke area produksi lainnya.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara itu, sekitar 70 karyawan yang bekerja di pabrik tersebut dipastikan tidak menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Hendra mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada mesin diesel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik pada mesin diesel yang berada di ruang mesin,” ujarnya.
Dalam penanganan kejadian ini, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya alat pelindung diri (APD), selang dan nozzle berbagai ukuran, Y connection, kapak, garu, gantol, hingga senter. Armada yang diterjunkan terdiri atas Unit Ziegler 02, Ayax 14, Ziegler 03, dan mobil tangki.
Selain Damkar Kabupaten Magelang, proses penanganan juga melibatkan personel Polsek Tempuran dan Koramil Tempuran. Seluruh proses pemadaman berlangsung aman hingga petugas memastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi kelistrikan dan mesin produksi secara berkala, terutama pada fasilitas industri yang menggunakan mesin diesel sebagai sumber tenaga utama. Pemeriksaan rutin diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran akibat gangguan kelistrikan.
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











