13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

UGM : Pohon Randu Alas Tuksongo Magelang Rusak Parah, Perlu Penanganan Segera

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

i

Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

MAGELANG, DiengPost.com — Pohon Randu Alas (Bombax ceiba L.) berusia sekitar 200–300 tahun yang menjadi ikon wisata Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, dinyatakan dalam kondisi risiko ekstrem dan memerlukan penanganan segera. Hal ini terungkap dalam hasil kajian ilmiah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim Evaluasi Kesehatan dan Risiko Pohon UGM menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen bagian kayu pohon telah rusak parah dan mati. Kerusakan terjadi mulai dari akar, banir, batang, hingga tajuk, yang kini didominasi cabang dan ranting mati serta rapuh.

Baca Juga:  Temu Kangen Purna Bakti Praja Magelang, Napak Tilas di Pendopo Soepardi

“Pohon Randu Alas memiliki potensi bahaya sangat tinggi terhadap keselamatan manusia, bangunan, dan kendaraan di sekitarnya,” tulis tim kajian yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu.

Dalam matriks penilaian risiko, pohon ini masuk kategori ekstrem, dengan kemungkinan kegagalan struktur yang tinggi dalam waktu dekat. Kerusakan diperparah oleh serangan penggerek batang Batocera hector, yang memicu masuknya patogen dan mempercepat kematian jaringan kayu.

Tim UGM merekomendasikan tiga opsi penanganan:

  • Opsi pertama: Penebangan total hingga ke permukaan tanah, dinilai paling aman namun memerlukan biaya besar.
  • Opsi kedua: Pemotongan bertahap hingga cabang besar bagian bawah, dengan risiko residual rendah.
  • Opsi ketiga: Menjadikan pohon sebagai monumen atau fosil pohon, mempertahankan nilai historis dan potensi wisata, meski membutuhkan perencanaan teknis lanjutan.
Baca Juga:  Bulan Dana PMI Kota Magelang 2025 Lampaui Target, Tembus Rp1 Miliar

Selain itu, tim juga memberikan panduan pengelolaan kayu hasil penebangan agar tetap bernilai guna dan aman, mulai dari pengeringan, pengawetan, hingga penyimpanan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Prokopim Magelang

Follow WhatsApp Channel magelang.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Atasi Backlog Hunian Kota Magelang Pemkot Siapkan Tiga Skema Program
Kasus Pencurian Kambing di Magelang Terungkap, Polsek Dukun Ringkus Dua Pelaku
Untidar Kembangkan Smart Greenhouse Aquaponik Kedungsari Magelang
Acara Lepas Sambut Kapolresta Magelang, Bupati Tekankan Pentingnya Kolaborasi Daerah
Pemkab Magelang Siapkan Beasiswa Sekolah Kedinasan Transportasi Darat bagi Warga Lokal
Menjaga Stabilitas Daerah, Wabup Magelang Soroti Hoaks dan Kenakalan Remaja
Pemkab Magelang Dukung Raperda Perlindungan Tenaga Kerja untuk Pekerja Informal
Jelang Muktamar NU, Gus Yusuf Dapat ‘Lamaran Agung’ dari 23 PCNU Jateng

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Atasi Backlog Hunian Kota Magelang Pemkot Siapkan Tiga Skema Program

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Kasus Pencurian Kambing di Magelang Terungkap, Polsek Dukun Ringkus Dua Pelaku

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Untidar Kembangkan Smart Greenhouse Aquaponik Kedungsari Magelang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Acara Lepas Sambut Kapolresta Magelang, Bupati Tekankan Pentingnya Kolaborasi Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Pemkab Magelang Siapkan Beasiswa Sekolah Kedinasan Transportasi Darat bagi Warga Lokal

Berita Terbaru