Melalui kegiatan seperti pelatihan olahan makanan ini, diharapkan pelaku UMKM Kota Magelang dapat lebih siap menghadapi persaingan pasar terbuka sekaligus memperluas akses ke sektor perdagangan dan pariwisata.
“Keberhasilan UMKM adalah keberhasilan Kota Magelang dalam membangun ekonomi mandiri dan inklusif,” tutup Damar Prasetyono.
Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah menjelaskan, pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis dalam menciptakan produk kuliner yang bernilai jual tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin para pelaku UMKM Kota Magelang tidak hanya membuat makanan yang enak, tapi juga menarik, higienis, dan layak bersaing di pasar modern,” kata Syaifullah.
Ia mencontohkan sejumlah potensi olahan khas Magelang seperti getuk, tahu, hingga tape ketan yang dapat dikreasikan menjadi makanan kekinian. Dengan kemasan yang menampilkan ikon daerah seperti Gunung Tidar atau Water Toren, produk lokal bisa menghadirkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas kota.
Pemerintah Kota Magelang menargetkan peningkatan partisipasi pelaku usaha dalam berbagai program pelatihan dan pemberdayaan hingga 2026. Data DPPKUM mencatat terdapat lebih dari 12 ribu UMKM aktif di wilayah kota, dengan 40 persen bergerak di bidang kuliner dan makanan olahan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











